IAI Rawa Aopa Jadi Co-Host Kolaborasi Riset NUNI-BINUS dan Sydney University

Kabarpanrita.com, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan terlibat sebagai co-host dalam inisiasi pembentukan Research Group on Social Religious Studies yang digagas Jaringan Perguruan Tinggi Nusantara (NUNI) melalui Faculty of Digital Communication, Hotel, and Tourism (FDCHT) BINUS University.

Inisiasi tersebut dibahas dalam pertemuan daring yang digelar Selasa (23/6/2026), bersama akademisi dari Sydney University, Australia, Prof. John Connell. Pertemuan itu menjadi langkah awal menyambut kunjungan Connell ke Indonesia sekaligus mematangkan agenda kolaborasi riset internasional.

Wakil Rektor IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengatakan keterlibatan kampusnya merupakan upaya menghubungkan perspektif lokal dengan kajian global dalam membaca fenomena sosial-keagamaan.

“Kehadiran Prof. John Connell dapat kita optimalkan untuk membaca dinamika sosial-keagamaan kontemporer melalui metodologi yang diakui secara internasional,” kata Ismail dalam pertemuan tersebut.

Kata dia, kelompok riset yang akan dibentuk tidak cukup hanya menjadi ruang berkumpulnya peneliti. Forum itu, kata dia, harus mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang berbasis data empiris dan bermanfaat bagi masyarakat.

Ia juga menilai kolaborasi ini membuka peluang bagi perguruan tinggi di daerah untuk berpartisipasi dalam jejaring akademik internasional.

“Kami di IAI Rawa Aopa berkomitmen mengambil peran sebagai co-host untuk membuktikan bahwa institusi di daerah mampu menjadi motor penggerak riset global yang inklusif,” kata dia.

Dalam diskusi tersebut, Ismail menyoroti potensi penggabungan ekosistem digital BINUS University dengan basis data sosial-keagamaan yang dimiliki perguruan tinggi keagamaan. Pendekatan multidisiplin yang memadukan humaniora digital dan studi agama, menurut dia, dapat menghasilkan model riset yang lebih adaptif terhadap perubahan sosial.

Ia juga mengapresiasi kesempatan yang diberikan BINUS University untuk terlibat dalam kegiatan tersebut.

“Ini adalah model ideal sinergi antarkampus, di mana keterbatasan geografis dapat dikikis oleh visi bersama untuk kemajuan ilmu pengetahuan,” katanya.

Ismail berharap hasil kolaborasi yang dibangun bersama Sydney University tidak hanya berujung pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Luaran riset harus bermuara pada pengabdian masyarakat dan mampu memberikan dampak nyata bagi komunitas lokal,” pungkasnya.

Pertemuan ini menjadi awal dari rangkaian kunjungan Prof. John Connell di Indonesia. Melalui pembentukan Research Group on Social Religious Studies, NUNI, BINUS University, dan IAI Rawa Aopa berharap dapat memperkuat kajian mengenai relasi agama, kebudayaan, dan perubahan sosial di era modern.