Kabarpantrita.com, Jakarta – Institut Agama Islam (IAI) Rawa Aopa Konawe Selatan menyiapkan workshop optimalisasi penggunaan Turnitin sebagai bagian dari upaya memperkuat integritas riset dan meningkatkan kualitas karya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi.
Kegiatan yang akan dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAI Rawa Aopa itu digelar melalui kerja sama dengan Turnitin. Selain ditujukan bagi dosen dan mahasiswa internal, workshop juga akan melibatkan sejumlah perguruan tinggi mitra.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Kepegawaian IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, Ismail Suardi Wekke, mengatakan penggunaan Turnitin perlu dipahami sebagai bagian dari upaya membangun budaya akademik yang menjunjung orisinalitas karya ilmiah.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap lembar karya ilmiah yang lahir dari rahim IAI Rawa Aopa memiliki standar moral dan kualitas yang tidak diragukan lagi,” kata Ismail di Jakarta, Kamis (18/6/2026), usai menghadiri pengukuhan guru besar di BINUS University.
Menurut Ismail, kerja sama dengan Turnitin juga dimaksudkan untuk memperluas penguatan kapasitas akademik melalui jejaring antarperguruan tinggi. Ia menilai peningkatan mutu riset perlu dilakukan secara kolaboratif agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
“Turnitin adalah instrumen, tetapi komitmen pada orisinalitas adalah jiwa dari sebuah riset,” ujarnya.
Ia berharap workshop tersebut dapat membantu dosen dan mahasiswa memahami penggunaan Turnitin secara lebih efektif, termasuk dalam melakukan evaluasi mandiri terhadap karya ilmiah yang disusun.
“Workshop ini adalah langkah nyata kami untuk melahirkan peneliti-peneliti yang jujur, kompeten, dan siap bersaing di kancah global,” kata Ismail.
IAI Rawa Aopa menargetkan workshop tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola riset dan publikasi ilmiah yang berorientasi pada kualitas serta integritas akademik.
