SEAAM dan LTMI PB HMI Sukses Gelar Seminar Internasional, Perkuat Kolaborasi Perguruan Tinggi Lintas Negara

Kabar Panrita, Jakarta – Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) bersama Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam (LTMI) PB HMI sukses menghelat seminar internasional yang menjadi tonggak penting penguatan kolaborasi akademik di kawasan regional. Tidak tanggung-tanggung, agenda besar ini diikuti oleh perwakilan dari 7 negara dengan partisipasi aktif tidak kurang dari 20 perguruan tinggi terkemuka yang berkomitmen mempererat sinergi pendidikan. Begitu pula dengan kolaborasi dua perguruan tinggi sebagai panitia bersama, Universitas Amal Ilmiah Yapis Wamena dan Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan.

Seminar ini bukan sekadar ajang diskusi, melainkan upaya konkret dalam membangun ekosistem riset kolaboratif yang melintasi batas negara. Melalui pertemuan ini, para delegasi sepakat untuk mulai mengintegrasikan sumber daya guna memperkuat jejaring riset antar kampus di Asia Tenggara, sehingga tercipta standarisasi kualitas penelitian yang mampu bersaing di kancah global. Terlaksana hybrid dengan lokasi onsite di kampus IAI Rawa Aopa Konawe Selatan, selama dua hari Jumat-Sabtu, 9 s.d. 10 Januari 2026

Selain fokus pada aspek penelitian, forum ini juga menyoroti pentingnya akselerasi digitalisasi pendidikan. Para peserta mendiskusikan implementasi teknologi informasi dalam sistem pembelajaran jarak jauh serta pengelolaan jurnal ilmiah yang lebih modern dan transparan. Langkah ini dinilai krusial agar perguruan tinggi di kawasan ini tetap relevan di tengah cepatnya arus transformasi digital yang menyentuh seluruh lini kehidupan.

Di sisi lain, kolaborasi antara SEAAM dan LTMI PB HMI ini diarahkan untuk mendorong pemberdayaan mahasiswa melalui proyek-proyek inovasi sosial berbasis teknologi. Dengan keterlibatan puluhan universitas, diharapkan lahir inisiatif-inisiatif baru yang menempatkan mahasiswa sebagai aktor utama dalam memecahkan problematika sosial di masyarakat menggunakan pendekatan saintifik dan teknologi tepat guna.

Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke selaku Chair ISHE 2026, menegaskan bahwa luasnya partisipasi dari berbagai negara ini membuktikan adanya semangat kolektif untuk maju bersama.

“Kolaborasi ini merupakan langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan akses pengetahuan. Perguruan tinggi harus menjadi pusat inovasi yang inklusif, di mana kolaborasi lintas lembaga dan lintas negara menjadi kunci utama dalam mencetak sumber daya manusia yang kompetitif di level internasional,” tegas Ismail.

Kehadiran perwakilan dari 7 negara ini diharapkan menjadi awal dari rangkaian kerja sama strategis yang lebih teknis, termasuk diskusi terkait tindak lanjut pelaksanaan riset internasional yang melibatkan jaringan luas perguruan tinggi mitra SEAAM dan LTMI PBHMI. “Sebuah kesyukuran, kita bisa melaksanakan seminar awal tahun,” pungkas Ismail Suardi Wekke yang baru saja menerima pelantikan sebagai Research Fellow di INTI International University (Malaysia).