
Andoolo — LTMI PB HMI bersama Southeast Asia Academic Mobility (SEAAM) mendorong penguatan kerja sama pendidikan tinggi antara Indonesia dan Malaysia melalui penyelenggaraan International Seminar on Higher Education yang digelar secara hybrid di Andoolo pada 9–10 Januari 2026, dengan melibatkan berbagai perguruan tinggi dan komunitas akademik dari dalam dan luar negeri.
Dalam forum tersebut, Associate Professor Dr. Mutia Siba Abdul Halim dari Universiti Sultan Zainal Abidin (UNISZA), Malaysia, memaparkan peluang kolaborasi akademik, khususnya bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan studi magister (S2) dan doktoral (S3) di Malaysia.
“Indonesia merupakan mitra strategis UNISZA. Kerja sama akademik dengan institusi Indonesia menjadi yang paling aktif dan terus berkembang” ungkap Dr. Mutia. Ia menjelaskan bahwa UNISZA menawarkan berbagai program unggulan dengan biaya pendidikan yang relatif terjangkau, serta menyediakan keringanan biaya bagi mahasiswa yang mendaftar secara berkelompok. “Kami memberikan potongan biaya bagi pendaftaran kelompok sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia lintas negara” jelasnya.
Selain itu, lingkungan akademik UNISZA di Terengganu dinilai kondusif bagi mahasiswa pascasarjana untuk fokus pada riset dan pengembangan keilmuan. “Suasana yang tenang, religius, dan biaya hidup yang lebih terjangkau menjadi keunggulan tersendiri bagi mahasiswa internasional” tambahnya.
Melalui seminar ini, LTMI PB HMI dan SEAAM berharap dapat memperluas program mobilitas mahasiswa, kolaborasi riset, serta pembentukan satu batch mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan studi doktoral di Malaysia sebagai bagian dari penguatan jejaring akademik regional.









