JAKARTA – Tahun 2025 menjadi tonggak sejarah bagi ekosistem riset nasional. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia melakukan langkah progresif untuk memperkuat hilirisasi ilmu pengetahuan melalui integrasi strategis antara sains, teknologi, dan industri demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Kenaikan Signifikan Dana Riset
Salah satu kemajuan paling nyata adalah lonjakan anggaran penelitian yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Salah satu kemajuan paling nyata adalah lonjakan anggaran penelitian yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
- Total Anggaran: Dana riset 2025 meningkat drastis sebesar 218% menjadi Rp2,1 triliun.
- Penerima Manfaat: Sekitar 60% dari dana ini dialokasikan untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS) guna mendorong pemerataan kualitas penelitian. Hingga September 2025, pemerintah telah menyalurkan Rp1,28 triliun untuk mendanai lebih dari 16.800 proposal penelitian di 1.503 kampus.
Konvensi Sains dan Peta Jalan Strategis
Pada Agustus 2025, Konvensi Sains, Teknologi & Industri Indonesia (KSTI 2025) digelar di ITB, mempertemukan 2.200 ilmuwan dan rektor. Pertemuan ini menghasilkan peta jalan (roadmap) riset yang fokus pada delapan sektor strategis, meliputi:
Pada Agustus 2025, Konvensi Sains, Teknologi & Industri Indonesia (KSTI 2025) digelar di ITB, mempertemukan 2.200 ilmuwan dan rektor. Pertemuan ini menghasilkan peta jalan (roadmap) riset yang fokus pada delapan sektor strategis, meliputi:
- Energi hijau dan ketahanan pangan.
- Kesehatan, maritim, dan material maju.
- Digitalisasi (Kecerdasan Buatan/AI dan Semikonduktor) serta hilirisasi industri.
Fokus Riset BRIN dan Inovasi Tepat Guna
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di tahun 2025 memfokuskan kegiatannya pada riset yang berdampak langsung bagi masyarakat:
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di tahun 2025 memfokuskan kegiatannya pada riset yang berdampak langsung bagi masyarakat:
- Teknologi Tepat Guna: Pengembangan solusi melalui Pusat Riset Teknologi Tepat Guna (PRTIG) untuk kemandirian masyarakat.
- Nanomaterial: Empat fokus riset nanomaterial dijalankan untuk mendorong kemandirian teknologi nasional.
- Skema Pendanaan: BRIN menyosialisasikan skema Pendanaan RIIM Kompetisi 2025 secara luas, terutama untuk wilayah Tengah dan Timur Indonesia demi inklusivitas riset.
Prestasi Internasional dan Publikasi
Kualitas riset Indonesia diakui di panggung dunia melalui berbagai medali emas di ajang riset internasional, termasuk prestasi dari tim riset Universitas Diponegoro dan MAN 13 Jakarta. Di sisi lain, sektor swasta seperti Danone SN Indonesia turut berkontribusi dengan merilis 40 publikasi ilmiah sepanjang 2025 untuk mendukung kesehatan nasional.
Kualitas riset Indonesia diakui di panggung dunia melalui berbagai medali emas di ajang riset internasional, termasuk prestasi dari tim riset Universitas Diponegoro dan MAN 13 Jakarta. Di sisi lain, sektor swasta seperti Danone SN Indonesia turut berkontribusi dengan merilis 40 publikasi ilmiah sepanjang 2025 untuk mendukung kesehatan nasional.
Kemajuan penelitian Indonesia di tahun 2025 ditandai dengan perubahan paradigma dari riset berbasis angka menjadi riset yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Meskipun terdapat tantangan berupa efisiensi anggaran di beberapa lembaga, komitmen pemerintah dalam meningkatkan dana hibah memberikan sinyal kuat bagi kebangkitan sains nasional.(zulkarnain hamson)








