SEAAM dan LTMI PB HMI Gandeng Dua Perguruan Tinggi, Siap Gelar Seminar Internasional

Nasional18 Views

JAKARTA – Southeast Asian Academic Mobility (SEAAM) bekerja sama dengan Lembaga Teknologi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LTMI PB HMI) mengumumkan rencana kolaborasi besar bersama dua perguruan tinggi (Universitas Amal Ilmiah Yapsi Wamena & Institut Agama Islam Rawa Aopa Konawe Selatan) untuk menyelenggarakan Seminar Internasional. Agenda ini dirancang sebagai wadah pertukaran gagasan mutakhir di bidang pendidikan dan teknologi di kawasan regional yang berlangsung pada akhir pekan-pekan pertama di Januari 2026.

Komite Saintifik SEAAM, Ismail Suardi Wekke, menekankan bahwa kolaborasi selains ebagai bagian kegiatan seremoni akademik, ini upaya konkret untuk membangun jejaring intelektual yang lebih luas di Asia Tenggara.

“Seminar ini menjadi jembatan penting dalam mempertemukan pemikiran teoritis dari kampus dengan semangat pergerakan mahasiswa. Kami ingin menciptakan ekosistem di mana mobilitas akademik menjadi kunci bagi peningkatan kualitas SDM di kawasan kita,” ujar Ismail Suardi Wekke dalam keterangannya usai FGD pelaksanaan International Seminar on Higher Education (ISHE) 2026, Jakarta, 8 Januari 2026.

Beliau juga menambahkan bahwa keterlibatan dua perguruan tinggi dalam agenda ini menunjukkan komitmen dunia inklusif terhadap isu-isu global yang tengah berkembang.

Di sisi lain, LTMI PB HMI melihat agenda ini sebagai momentum untuk mempertegas peran mahasiswa dalam penguasaan teknologi. Sinergi ini diharapkan mampu menghasilkan output berupa publikasi ilmiah yang bereputasi internasional serta memperkuat literasi digital para aktivis mahasiswa.

Berikut adalah beberapa poin utama yang akan diangkat dalam seminar tersebut: Integrasi Kurikulum: Penyelarasan standar akademik di tingkat regional. Juga terkait dengan Inovasi Teknologi: Pemanfaatan teknologi tepat guna untuk pemberdayaan masyarakat.

Selanjutnya, salah satu agenda seminar adalah Kolaborasi Riset: Peluang penelitian bersama antara mahasiswa dan dosen antarnegara. Pihak panitia saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan dua perguruan tinggi mitra terkait teknis pelaksanaan. 

Seminar ini dijadwalkan akan menghadirkan pembicara dari berbagai negara anggota ASEAN guna memberikan perspektif yang beragam. Ismail Suardi Wekke berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian kerja sama strategis lainnya. 

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Di era ini, kolaborasi antara organisasi profesi, organisasi mahasiswa, dan lembaga pendidikan adalah syarat mutlak untuk maju,” tutupnya.